28 October 2017

Perjalanan Catalonia dari Referendum hingga Deklarasi Merdeka

AFP , CNN Indonesia
Sabtu, 28/10/2017 05:14



Jakarta, CNN Indonesia -- Kisruh kemerdekaan Catalonia tak bisa dipungkiri meruncing sejak adanya referendum yang berlangsung pada 1 Oktober lalu. Sejak itu, berbagai konflik terus terjadi dan membuat situasi di Spanyol bergejolak.

Berbagai upaya mencari jalan tengah sempat terjadi, hingga pada Jumat (27/10), parlemen Catalonia mendeklarasikan kemerdekaan.

Langkah ini membuat PM Spanyol Mariano Rajoy segera mengambil rapat kabinet darurat. Pemerintah Spanyol lalu mengambil langkah cepat membubarkan parlemen Catalan dan mengumumkan pemilihan umum pada Desember mendatang. Berikut yang dialami Catalonia dari referendum hingga deklarasi kemerdekaan, seperti dilansir dari AFP:



1 Oktober - referendum

Kekerasan terjadi saat referendum Catalonia. Ratusan ribu Catalan melakukan pemungutan suara untuk referendum kemerdekaan meskipun dianggap tidak konstitusional atau ilegal.

Kisruh dan kekerasan tak terhindarkan antara polisi yang ingin membatalkan pemungutan suara dengan warga Catalan.

3 Oktober - demonstrasi

Sekitar 700 ribu orang demonstrasi di jalanan menentang kekerasan yangdilakuakan polisi. Raja Felipe VI menuding pemimpin Catalonia telah mengancam stabilitas Spanyol dan mendorong pemerintah menjalankan aturan hukum.

5 Oktober - eksodus bisnis

Banco Sabadell, bank kedua terbesar Catalonia mengumumkan pindah dari Catalonia. Langkahnya diikuti oleh 1.600 perusahaan lainnya.

Lihat juga: Catalonia Deklarasi Merdeka, PM Spanyol Gelar Rapat Kabinet

7-8 Oktober - protes massa

Sekitar sepuluh ribuan orang berdemonstrasi di seluruh daerah di Spanyol, beberapa mendesak persatuan Spanyol, yang lainnya mendorong adanya dialog. Hari berikutnya ratusan ribu orang berdemo di jalanan Barcelona menuntut persatuan Spanyol.

10 Oktober - 'menunda' deklarasi kemerdekaan

Di tengah situasi yang membingungkan, pemimpin Catalan Carles Puigdemont dan kelompok separatis menandatangai deklarasi kemerdekaan, tapi menunda implementasinya supaya ada negosiasi dengan pemerintah Spanyol.

Hari berikutnya, PM Spanyol Mariano Rajoy memberi waktu pada Puigdemont hingga 16 Oktober untuk mengklarifikasi tindakannya.

16 Oktober - separatis ditahan 

Puigdemont menolak berkomentar apakah ia mendeklarasikan kemerdekaan, dan memilih akan adanya dialog. Spanyol lalu memberi tenggat waktu hingga 19 Oktober baginya.

Sementara, pengadilan memerintahkan menahan dua tokoh penting pendukung kemerdekaan yang dianggap sebagai penghasut, Jordi Cuixart dan Jordi Sanchez.

Lihat juga: Spanyol Dapat Dukungan Internasional Terkait Catalonia

21 Oktober - Spanyol bubarkan pemerintahan Catalonia

Rajoy mengambil langkah drastis untuk menghentikan upaya perpisahan Catalonia, dengan membubarkan pemerintahan regional Puigdemont dan mengumumkan akan adanya pemilihan umum baru bagi parlemen Catalan.

Puigdemont menuding Rajoy telah melakukan 'serangan terhadap konstitusi dan orang Catalan', sejak pemerintahan diktator Spanyol, dan kemudian tak memenuhi undangan Senat untuk menyampaikan perihal kisruh kemerdekaan ini.

27 Oktober - ambil alih atau kemerdekaan

Parlemen regional Catalonia mendeklarasikan kemerdekaan dari Spanyol melalui pemungutan suara yang kini kemungkinan besar dinyatakan ilegal oleh Mahkamah Konstitusi Spanyol.

Mosi kemerdekaan diloloskan oleh dewan perwakilan yang diisi 135 anggota, dengan perbandingan 70 suara mendukung, 10 menentang dan 2 abstain.

Anggota dari Partai Sosialis, Partai Rakyat dan Ciudadanos meninggalkan ruang sidang sebelum pemungutan suara dalam rangka protes. (rah)
________________
Sumber:
https://m.cnnindonesia.com/internasional/20171028050605-134-251773/perjalanan-catalonia-dari-referendum-hingga-deklarasi-merdeka?utm_source=notifikasi&utm_campaign=browser&utm_medium=mobileuCatalunya

No comments: