13 June 2018

Lowongan Kerja pendidik dan Tenaga Kependidikan MAN Insan Cendekia Tahun 2018

kebutuhan pendidik dan Tenaga Kependidikan MAN Insan Cendekia Tahun 2018


1. Persyaratan Umum

a. Beragama Islam dan berakhlak muliab. Mampu membaca dan menulis Al-Qur’an;c. Sehat jasmani dan rohani;d. Memiliki komitmen yang tinggi terhadap pekerjaan dan prestasi;e. Tidak sedang dikenakan sanksi hukuman sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;f. Memiliki pemahaman, penghayatan, dan pengamalan Islam yang baik, terbuka, moderat, toleran, dan berwawasan keindonesiaan;g. Memiliki keterampilan ICT (Information and Comunication Technology) dalam mendukung pekerjaan.

2. Persyaratan Khusus Calon Kepala Madrasah

a. Berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) dengan golongan ruang paling rendah III/c;b. Memiliki kualifikasi akademik paling rendah Sarjana (S1) atau Diploma Empat (D-IV) dari perguruan tinggi yang terakreditasi;c. Memiliki pengalaman manajerial di madrasah sebagai wakil kepala madrasah;d. Memiliki sertifikat pendidik;e. Berusia paling tinggi 50 (lima puluh) tahun;f. Memiliki pengalaman mengajar paling singkat 9 (sembilan) tahun;g. Memiliki Penilaian Prestasi Kerja baik dalam 2 (dua) tahun terakhir;h. Diutamakan memiliki sertifikat kepala madrasah sesuai jenjangnya.

3. Persyaratan Khusus Calon Guru

a. Memiliki kualifikasi akademik paling rendah Sarjana (S1) atau Diploma Empat (D-IV) dari perguruan tinggi yang terakreditasi;b. Pegawai Negeri Sipil (PNS) dengan golongan ruang paling rendah III/a atau bukan Pegawai Negeri Sipil (bersedia diangkat menjadi guru dengan perjanjian kerja);c. Memiliki latar belakang pendidikan yang linier dengan mata pelajaran yang diampu;d. Diutamakan memiliki sertifikat pendidik;e. Berusia paling tinggi 45 (empat puluh lima) tahun;f. Bagi Pegawai Negeri Sipil, memiliki Penilaian Prestasi Kerja baik dalam 2 (dua) tahun terakhir.

27 April 2018

TAN MALAKA: Sebuah Paco-Paco Ingatan

TAN MALAKA: Sebuah Paco-Paco[i] Ingatan
Oleh Muhammad Nasir

PENDAHULUAN

Di tengah arus kritik historiografi nasional Indonesia dan kecendrungan idolisasi pahlawan pasca Orde Baru sebagai politik supremasi etnis, paper ini berupaya mengemukakan “paco-paco” pengetahuan penulis tentang Historiografi dan sikap orang Minangkabau sendiri terhadap Tan Malaka. Mudah-mudahan saja usaha ini berguna.

Tan Malaka; Di pinggir Jalan Sejarah
Agaknya, generasi Indonesia yang dibesarkan oleh “hapalan”[ii] historiografi Orde Baru perlu membaca sejarah Indonesia pelan-pelan agar orang-orang besar yang berdiri “dipinggir jalan sejarah” tidak luput dari sapaan pengormatan. Sebagian dari mereka ada yang berjasa besar untuk kerja besar pada zamannya, dan sebagian lagi justru memiliki jasa yang melimpah ruah yang dapat dinikmati hingga sekarang. Ironisnya, mereka itu semestinya diletakkan dalam jalan cerita yang sebenarnya, tidak hanya sekedar catatan pinggir.

28 March 2018

DENGAN JIWA SEHAT,ORANG BISA BERPRESTASI



DENGAN JIWA SEHAT,ORANG BISA BERPRESTASI

Katik segera mempersilakan penulis duduk. Ia pun ambil posisi layaknya orang yang akan diwawancarai.

“Kesehatan itu perlu untuk hidup. Masyarakat Sungai Rambai hidup dari berkuli hari. Tentu saja membutuhkan energi yang prima. Tidak mungkin memaksakan diri untuk bekerja keras sementara kesehatan tidak terjaga”. Katik pun bertutur setelah penulis menayainya beberapa pertanyaan.

Siapakah sebenarnya Katik ?.
Katik atau aslinya Khatib adalah gelar adat dari Pasukuan Melayu yang disandangnya semenjak tahun 1996 yang lalu. Sebenarnya nama asli dari bujangan kelahiran Desember 1976 ini adalah Indra Budiman. Itulah sebabnya ia akrab dipanggil “Katik” sesuai dengan kebiasaan orang Minangkabau melafalkan kata Khatib. Dan ia berhak mendapatkan gelar ini karena ia memang  seorang yang fasih berbicara dan iapun sudah menamatkan pendidikannya di MTI Koto Panjang Lampasi 5 tahun yang silam.

Primadona itu bernama “BUNZI”

Primadona Itu Bernama Bunzi
Catatan Lapangan Muhammad Nasir
  
Pembuatan Kebun Gizi (Bunzi) merupakan salah satu dari mata rantai kegiatan Mari Sehat. Hasil kegiatan yang diharapkan adalah tersedianya kebun gizi sebagai salah satu sumber gizi keluarga. Selanjutnya adalah bagaimana bunzi ini dapat dijadikan sebagai salah satu usaha peningkatan keluarga.
ntisari Online - Grid.ID
Rasanya tidak berlebihan bila dikatakan bahwa Kab. 50 Kota sebagai daerah yang potensial untuk pertanian tanaman pangan. Apalagi bulan ini kabupaten 50 kota menargetkan panen raya tanaman pangan padi, sayuran dan sang primadona, gambir. Dan ini mencukupi untuk suplai kebutuhan masyarakat 50 kota. Apalagi di tunjang lahan yang cukup luas.  Tidak mustahil untuk membentuk kebun gizi dengan memanfaatkan sedikit lahan pekarangan atau memanfaatkan ember bekas, polybag dan sebagainya.

Adalah Sungai Rambai, salah satu Jorong di Solok Bio-Bio yang dijelajahi Program Mari Sehat kerja sama PCI dan Yayasan Totalitas dengan Pemkab 50 Kota, mulai menunjukkan prestasi dalam upaya pemanfaatan lahan untuk peningkatan gizi keluarga. Kebun Gizi yang digarap secara Gotong Royong sudah mampu menyuplai kebutuhan dapur 33 KK Jorong Sungai Rambai.

Masalah Rektor dan Semangat Akademik

Masalah Rektor dan Semangat Akademik
Muhammad Nasir

Foto: Persma.org
Baramulo kalam!
Sekitar Mei 2006 yang lalu, kampus IAIN Imam Bonjol terasa panas. Suasana itu tidak ada sangkut pautnya dengan peringatan sewindu reformasi yang diperingati hampir seluruh kampus di Indonesia. Menurut banyak orang, hal itu disebabkan tidak jelasnya nasib rektor IAIN pascapemilihan Desember 2005 lalu. Boleh dikata, jiwa zaman pada waktu itu adalah keresahan warga kampus tanpa rektor definitif. Terutama mahasiswa yang akan wisuda mulai khawatir, siapa yang akan menandatangani ijazah  mereka.

Dalam suasana yang seperti itu pula IAIN sempat diramaikan isu berkembangnya pemikiran liberal yang diusung oleh Jaringan Islam Liberal (JIL). Lembaga yang mengusung  semangat pembaharuan pemikiran keagamaan yang dipimpin Ulil Abshar Abdalla dituduh telah mendanai berbagai aktivitas ilmiah di IAIN Imam Bonjol Padang.

Gara-gara Batu Akik

Kenang-kenangan Ketika jadi Field Facilitator
di Nagari Solok Bio-Bio Kec. Harau Kabupaten Limapuluh Kota

Pak Acin, ketua Panitia Pembangunan SABS manggok!. Bahwa ancaman pengunduran dirinya sebagai ketua bukan sekadar gertak sambal. 
Sumber Foto: Fikiran Kita
iyo sabananyo pak Acin tu mangundurkan diri?”, Tanya saya kepada Kokek salah seorang panitia.
 Iyo, baliau indak main-main masalah itu doh. Den tau bana kalau inyo lah mancampakkan tajak (cangkul), barati lah panuah nan di inyo susah untuk kababaliak. Soalnyo, untuk mundur atau maulak sesuatu, biasonyo indak banyak kecek, kalau bagarah atau untuak manggertak biasonyo, banyak kecek liau tu, banyak pertimbangan nan diagiahnyo, Kokek memaparkan sifat dan karakter keras Pak Acin.