28 March 2018

Urang Nan Ampek Jinih dan Jinih nan Ampek

Kepemimpinan Kolektif di Minangkabau
Oleh Muhammad Nasir

Urang Nan Ampek Jinih
·         Pangulu
·         Manti
·         Dubalang
·         Malin

Minangkabau dari segi struktur kepemimpinan menganut sistem kepemimpinan adat kolektif   yang berkedudukan disetiap Kaum atau Nagari. Dalam struktur kepemimpinan ini dikenal istilah Urang Nan Ampek Jinih  dan Jinih nan Ampek. Urang Nan Ampek Jinih adalah istilah untuk menyebutkan 4 (empat) unsur pemangku adat di Minangkabau. Sementara Urang Jinih nan Ampek adalah orang atau unsur yang membantu malin pemangku jabatan pelaksanaan keagamaan (syara’). Unsur Urang Nan Ampek Jinih tersebut adalah Pangulu (Penghulu), Manti, Dubalang dan Malin. Sementara Jinih nan Ampek tersebut adalah Imam, Katik (Khatib), Bila (Bilal) dan Qadhi. 

Jabatan Urang nan Ampek Jinih adalah jabatan turun temurun sebagaimana petitih (prosedur) Minangkabau:
Biriak-biriak turun ka samak
Tibo di samak taruih ka laman
Dari niniak turun ka mamak
Dari mamak turun ka kamanakan
 
  A.      Panghulu

Luhak Bapangulu
                Rantau Barajo

Pangulu atau Penghulu adalah pemimpin suku dalam kaumnya. Dilihat dari tugasnya ada tiga tingkatan pangulu, yaitu:

1.       Pangulu Suku
Pangulu Suku adalah pimpinan suku. Pangulu suku disebut Pangulu Pucuak (pucuk). Istilah ini digunakan oleh penganut sistem Kelarasan  Koto Piliang. Sementara penganut sistem kelarasan Bodi Caniago mnyebutnya Pangulu Tuo. Pangulu Suku ini dipilih dari 4 (empat) suku yang ada di nagari.

2.       Pangulu Payuang
Pangulu Payuang adalah pemimpin dari suku yang belum membelah diri. Oleh sebab itu Pangulu Payuang belum dapat diangkat sebagai Pangulu Pucuak. Syarat mendirikan sebuah nagari di Minangkabau harus terdiri dari empat suku. Jika empat suku itu belum bisa terpenuhi, maka ia belum dapat menjadi sebuah nagari. Untuk memenuhi persyaratan tersebut salah satu suku harus membelah diri.

Sebagai contoh, sebuah wilayah dihuni oleh suku Sikumbang, Jambak dan Koto. Agar terpenuhi syarat mendirikan nagari maka salah satu suku harus membelah diri.  Misalnya, Suku Sikumbang karena memiliki kaum yang lebih memungkinkan untuk memecah suku membelah sukunya menjadi dua, yaitu Sikumbang Ampek dan Sikumbang Tujuah. Istilah Sikumbang Ampek menujukkan bahwa suku asalnya dalah Sikumbang dan Ampek menunjukkan 4 (empat) indu atau induak yang membentuk suku baru ini.

3.       Pangulu Indu
Pangulu Indu adalah pemimpin warga suku dalam kaumnya yang saindu. Indu di beberapa daerah juga disebut dengan paruik (perut).
  
Sumber: Gouzali Saydam, Kamus Lengkap Bahasa Minang (Bagian Pertama), Padang, PPIM, 2004, halaman 281

Tugas Pangulu:
1.       Bertugas ke luar dan ke dalam suku dalam memimpin urusan kaum atau urusan nagari. Karena tugasnya ini, pangulu disebut tagak dipintu adat.
2.       Bertugas memberi keputusan hukum adat. Hal ini merujuk kepada kato adat:  
kato pangulu  kato pusako
 (kata penghulu kata pusaka)
        pangulu tagak di pintu bana
(Penghulu berdiri di pintu kebenaran)
                                Mahukum adia bakato bana
                                                (menghukum dengan adil berkata (hukum) dengan yang benar)
3.      Dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya, pangulu berwenang mengangkat pembantu atau perangkat atau wakilnya langsung disebut panungkek Panungkek dapat mewakili penghulu dalam tugas-tugas umum masyarakat adat seperti alek (pesta/ kenduri) kaum sukunya, menghadiri ucok/ ucapan (undangan) alek di luar paruik, jurai dan atau di luar alek sukunya di nagari. Sementara dalam dalam tugas yang prinsipil seperti memimpin rapat “urang nan ampat jinih” atau mengambil keputusan dalam suku/ kaum, penghulu tidak boleh diwakili oleh panungkek
4.       Bertugas sesuai aturan, memelihara anak kemenakan dan menjaga harta pusako
manuruik labuah nan luruih,
maikuik kato nan bana
mamaliharo anak kamanakan dan
manjago harato pusako

  B.      Manti
Manti (menteri) adalah jabatan pembantu pangulu di dalam tatalaksana pemerintahan adat di nagari. Tugasnya antara lain
1.       Tugas administrasi memeriksa perkara atau sengketa, menyampaikan keputusan pangulu dan sebagainya.  
2.       Tugas Proses menginformasikan dan mengkomunikasikan penyelesaian perkara atau sengketa, adalah tugas yang tidak ringan. Manti karena tugasnya di atas disebut tagak di pintu susah.
3.       Membuat ranji warga suku, memeriksa ranji kepemilikan tanah ulayat berdasarkan verifikasi terhadap mamak kapalo warih sebelum disahkan kerapatan adat.

  C.      Dubalang

Dubalang  (Hulubalang) adalah pembantu penghulu dalam bidang keamanan. Tugas dubalang adalah:
1.       Secara teknis bertugas menciptakan keamanan, ketertiban dan kedamaian di dalam kampuang
2.       Membuat pertimbangan alternative untuk mengangkat atau memberhentikan perangkat keamanan dan ketertiban kampuang.
3.       Karena tugasnya tersebut, dubalang disebut tagak di pintu mati. Bahwa resiko terbesar yang dihadapi dubalang adalah kehilangan nyawa demi tegakna keamanan.
4.       Meski tugasnya terkesan keras dan tegas dubalang tetap harus mengutamakan kesantunan dalam berbahasa dan kesopanan dalam bertindak. Hal ini terungkap dalam kalimat:

Nan karek makanan takiak, nan lunak makanan sudu
                (yang keras mesti ditakik, yang lunak mesti disudu)

Kalimat diatas menunjukkan bahwa dubalang harus proporsional dalam bertugas. Mengambil kebijakan sesuai dengan kemestiannya. Sementara untuk ketegasan, profesionalisme dan konsistensi dalam melaksanakan tugas terungkap dalam kalimat berikut:

                                       Kok kareh indak tatakiak, kok lunak ndak bisa disudu
                (Keras tak bisa ditakik, lunak tak bisa disudu)

  D.      Malin

Malin atau kadang-kadang disebut Malim adalah orang alim dalam agama Islam. Jabatan ini muncul sebagai bentuk integrasi Islam dengan adat Minangkabau. Adapun tugas Malin adalah:
1.       Bertanggungjawab kepada Pangulu dalam pelaksanaan kebijakan bidang keagamaan.
2.    Bertugas merencanakan kegiatan untuk anak kemanakan agar menekuni dan memahami ilmu agama dan ilmu umum.  Dalam istilah Minangkabau tugasnya membuat anak kemanakan pandai sumbayang jo mangaji, pandai sikola jo babudi
3.       Menegakkan dan mengawasi pelaksanaan acara adat agar sesuai dengan hukum syara’.
4.       Karena tugas-tugasnya di atas, Malin disebut tagak dipintu syara’ (agama)

Dalam melaksanakan tugasnya, Malin diperkuat dengan unsure Urang Jinih Nan Ampek. Urang Jinih Nan Ampek tersebut yaitu Imam, Katik, Bilal dan Qadhi.

Kredit Foto:

No comments: