08 March 2026

Memimpikan Kantor PD PERTI Sumbar yang representatif

Muhammad Nasir
Wakil Ketua PD PERTI Sumbar


Entah mengapa terbersit saja pikiran untuk punya kantor yang representatif. Pikiran itu muncul beberapa menit menjelang waktu berbuka tiba, ketika suasana sore perlahan menjadi tenang dan orang-orang mulai menunggu azan Magrib. Dalam momen seperti itu, sering kali muncul renungan sederhana tentang banyak hal, termasuk tentang masa depan organisasi. 

Dari situ kemudian terbayang sebuah pertanyaan sederhana: bagaimana seandainya Persatuan Tarbiyah Islamiyah (PERTI) di Sumatera Barat memiliki sebuah kantor yang benar-benar mencerminkan kebesaran sejarah dan perannya di tengah masyarakat?


06 March 2026

Iran dan Gairah Keislaman di Indonesia

Muhammad Nasir
Dosen Sejarah Peradaban Islam UIN Imam Bonjol Padang


Pada akhir 1970-an dunia Islam diguncang oleh sebuah peristiwa besar: Iranian Revolution. Revolusi ini menjatuhkan monarki Mohammad Reza Pahlavi dan melahirkan Republik Islam Iran di bawah kepemimpinan ulama karismatik Ruhollah Khomeini.


Peristiwa ini tidak hanya mengubah Iran. Ia juga mengguncang imajinasi politik umat Islam di banyak negara. Bagi sebagian generasi Muslim pada masa itu, revolusi Iran seperti membalik sebuah asumsi lama: bahwa agama hanya berada di wilayah moral dan spiritual. Revolusi Iran menunjukkan bahwa agama juga dapat menjadi kekuatan sosial dan politik yang sangat besar.

Di Indonesia pada awal 1980-an, gema revolusi Iran terasa sampai ke kampus-kampus. Diskusi tentang revolusi ini muncul dalam majalah mahasiswa, forum pengajian, hingga percakapan di kantin kampus.

Nama pemikir Iran Ali Shariati juga mulai dikenal oleh aktivis mahasiswa. Buku-bukunya yang berbicara tentang Islam sebagai ideologi pembebasan dibaca dengan penuh antusias.

02 March 2026

Extrajudicial Killing adalah Pelanggaran Hukum Internasional

Muhammad Nasir
Pengajar Sejarah Peradaban Islam UIN Imam Bonjol Padang

Tindakan pembunuhan tanpa proses hukum melalui operasi militer yang sengaja menargetkan individu tertentu, dapat dikategorikan sebagai extrajudicial killing atau pembunuhan di luar mekanisme hukum yang sah —Alston, 2010


Amerika Serikat (AS) dan Israel melancarkan serangan ke Iran pada Sabtu (28/2) pagi waktu setempat. Ini terjadi saat warga Iran sedang berpuasa di bulan suci Ramadan. Insiden ini kemudian menyebabkan pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, meninggal dunia. Sejumlah pejabat tinggi Iran juga dilaporkan tewas. 



Iran tidak tinggal diam dan langsung melancarkan serangan balasan ke Israel serta beberapa wilayah Timur Tengah yang menjadi basis pangkalan militer Amerika Serikat. Hingga kini, aksi perang brutal masih terus berlanjut.

Peristiwa tersebut membawa implikasi besar bagi tatanan hukum internasional dan perlindungan kemanusiaan global. Ketika seorang pemimpin/pejabat negara tewas akibat serangan militer sepihak di wilayah negaranya sendiri tanpa deklarasi perang resmi, situasi itu memunculkan persoalan serius tentang batas penggunaan kekuatan dalam hubungan antarnegara. 

28 February 2026

"APBD" Itu Gampang Goyah oleh Satu Peristiwa Saja

 Muhammad Nasir

Teman saya itu bukan orang yang kekurangan secara ekstrem. Dia Dosen PNS. Tentu saja gajinya tetap setiap bulan. Tunjangan ada. THR ada. Gaji ke-13 ada. Secara administratif, hidupnya aman. Tapi aman bukan berarti longgar.

Gaji pokok dosen PNS, apalagi yang belum profesor dan belum banyak jabatan tambahan, sering kali habis untuk kebutuhan rutin: cicilan rumah, cicilan kendaraan, biaya sekolah anak, listrik, air, internet, pulsa, dan kebutuhan dapur. Jika ingin menabung, harus benar-benar disiplin. Kalau ada kebutuhan tak terduga —orang tua sakit, anak butuh biaya tambahan, atau rumah perlu perbaikan— anggaran pendapatan dan belanja dosen (APBD) -nya dosen langsung goyah.


Banyak orang melihat dosen dari atributnya: rumah di perumahan, mobil terparkir, pakaian rapi, berbicara di forum ilmiah, foto-foto di seminar luar kota. Dari luar tampak mapan, stabil, dan seolah tanpa beban finansial. Apalagi di medsos. Status dan tampilan seorang dosen sering kali lebih mudah dibaca daripada isi rekeningnya.

06 February 2026

Perang Karánsebes 1788: Algoritma Kekonyolan

Muhammad Nasir 


Perilaku acak individu menghasilkan pola kolektif yang stabil. So, perilaku konyol individu di media sosial akan melahirkan algoritma kekonyolan

Sebuah perang  konyol dalam sejarah militer pernah terjadi tahun 1788. Nama perangnya Perang Karánsebes. Menurut Geoffrey Regan dalam The Guinness Book of Military Blunders (1998), peristiwa ini melibatkan pasukan Kekaisaran Habsburg yang justru saling menembaki akibat kebingungan dan miskomunikasi. 


Saat itu, pasukan terdiri dari berbagai etnis dan bahasa. Ketika terdengar suara tembakan di malam hari, sebagian tentara mengira musuh telah menyerang. Teriakan peringatan disalahpahami, kepanikan menyebar, dan dalam waktu singkat pasukan saling menembak. Tidak ada pertempuran resmi dengan musuh. Korban jatuh justru berasal dari pihak sendiri.

29 January 2026

Personalisasi Negara di Era Pilpres Langsung: Dari Pesona-isasi ke Personalisasi

 Muhammad Nasir

Pemilihan presiden secara langsung sejak 2004 lazim ditulis oleh ahli politik tata negara sebagai tonggak demokratisasi prosedural di Indonesia. Rakyat memilih langsung presiden tanpa perantara elite politik, dan legitimasi kekuasaan dikembalikan kepada suara mayoritas. Meskipun demikian, pada proses awalnya para calon presiden (capres) dipilihkan (diusulkan) oleh partai politik. 

Namun, pembacaan jangan berhenti dulu pada aspek prosedural semata. Itu cenderung akan menyilapka  mata terhadap kenyataan, bahwa ada perubahan lain yang bekerja lebih senyap, yakni perubahan cara negara direpresentasikan, dipersepsi, dan diingat oleh publik. Dalam konteks ini, pilpres langsung bukan hanya mekanisme elektoral, tetapi juga daoat dibaca sebagai arena produksi makna politik.


Dari sudut pandang ini, pilpres langsung dapat dipahami sebagai arena di mana representasi negara digeser secara simbolik, dari institusi ke figur, melalui proses pesona-isasi yang berlanjut menjadi personalisasi dalam ingatan kolektif. Negara yang sebelumnya dibayangkan sebagai bangunan institusional dengan aturan, prosedur, dan mekanisme impersonal (Elias, 1983),  kemudian disematkan pada sosok individual calon presiden dan presiden terpilih.

20 January 2026

Masa Depan Demokrasi di Tangan Masyarakat Minim Literasi

Muhammad Nasir

...karena masyarakat yang tidak dibiasakan berpikir rasional akan mudah dipimpin sekaligus mudah ditipu —Tan Malaka

Demokrasi Indonesia terkini sering dibangga-banggakan. Punya pemilu, punya kebebasan bicara, punya media sosial untuk berpendapat. Tapi ada satu pertanyaan penting: apakah  masyarakat benar-benar paham apa yang sedang terjadi, apa substansi yang dibicarakan?

Di banyak tempat di Indonesia, demokrasi berjalan di atas masyarakat yang minim literasi. Bukan buta huruf, tapi malas membaca utuh dan enggan berpikir panjang. Judul berita sudah cukup untuk marah. Potongan video sudah cukup untuk membenci. Klarifikasi dan data sering dianggap tidak penting.


Padahal demokrasi harus hidup dari nalar, kata Tan Malaka. Bukan dari emosi apalagi mitos dan logika mistika. Ketika warga tidak terbiasa membaca, memeriksa, dan membandingkan informasi, ruang publik berubah jadi arena teriak-teriak. Ramai, tapi miskin isi. Semua orang bicara, sedikit yang mendengar.

16 January 2026

Surga Yang Di Bawahnya Mengalir Sungai-sungai

 Muhammad Nasir


Saya pernah beberapa kali melihat keberadaan burung punai di semak-semak di belakang gedung Perpustakaan UIN Imam Bonjol. Setiap kali melihatnya, muncul pertanyaan sederhana di kepala saya: pohon apa yang tumbuh di sana hingga mampu menjadi sumber makanannya. 


Punai adalah burung yang senang mematuk buah-buahan dan senang hinggap di pohon yang bijinyabisa dimakan, atau pohon yang cukup aman untuk bertengger. Saya mengedarkan pandangan ke semak-semak di bukit. Pohon dan buah-buah apakah yang ada di bukit dan lembah sungai banget itu? 

11 January 2026

Apa Guna Biografi? Biar Ilmu Sejarah Yang Menjawab

Muhammad Nasir 
Pengajar Sejarah UIN Imam Bonjol Padang


Perdebatan mengenai kegunaan kisah orang-orang besar di masa lalu kerap muncul dalam diskursus akademik dan ruang publik. Sebagian pandangan sinis memandang biografi sebagai bentuk glorifikasi masa lalu yang dianggap tidak lagi relevan dengan persoalan sosial masa kini. Pandangan ini umumnya berangkat dari asumsi bahwa biografi terlalu memusatkan perhatian pada individu tertentu dan mengabaikan struktur sosial yang lebih luas. 


Namun, dalam tradisi historiografi dan ilmu sosial, biografi justru dipahami sebagai salah satu medium penting untuk membaca relasi antara individu, masyarakat, dan konteks sejarah yang melingkupinya (Kuntowijoyo, 2003; Burke, 2005).

06 January 2026

Apa Kesibukan Para Pemimpin Politik Dunia Setelah tidak Lagi Berada di Kursi Pemerintahan?

Muhammad Nasir

Awal tahun 2026 ini saya searching Wikipedia, laman berita terpercaya, dan YouTube. Saya bertanya-tanya, ingin tahu: apa kesibukan para pemimpin politik dunia setelah tidak lagi berada di kursi pemerintahan? Dari penelusuran itu tampak satu pola menarik. Kekuasaan memang berakhir pada satu titik waktu, tetapi aktivitas dan pengaruh tidak selalu ikut selesai.


Barack Obama, Presiden Amerika Serikat periode 2009–2017, memberi contoh awal. Setelah meninggalkan Gedung Putih pada Januari 2017, ia tidak kembali ke politik praktis. Pada 2020, Obama menerbitkan buku A Promised Land, sebuah refleksi panjang tentang demokrasi, kepemimpinan, dan batas-batas kekuasaan. Sejak 2018, melalui Obama Foundation, ia aktif membangun program kepemimpinan muda dan pendidikan sipil. Dari ruang kekuasaan, ia berpindah ke ruang pembelajaran.

04 January 2026

Pendulum Waktu Gen Xennial

 Muhammad Nasir 


Saya generasi yang tumbuh di antara dua dunia. Satu kaki menapak pada masa majalah Bobo, Wiro Sableng, dan novel Freddy S yang berpindah tangan dari satu tas ke tas lain. Dunia itu pelan, terbatas, tetapi justru memberi ruang luas bagi imajinasi.

Pada masa itu, cerita menjadi jendela utama untuk memahami hidup. Kata-kata bekerja lebih dulu sebelum gambar bergerak. Imajinasi dilatih tanpa sadar, membangun kesabaran dan daya tahan batin.



Kartun menjadi sekolah rasa tanpa papan tulis. He-Man mengajarkan keberanian yang sederhana, Defenders of the Earth membuka kesadaran tentang dunia yang luas. Maya the Bee dan Little Missy menanamkan empati tanpa khotbah.

Menata Ulang Ruang dan Jalur Perjalanan

Catatan Akhir Tahun 2025

Muhammad Nasir


Sejak akhir November 2025, banjir bandang dan tanah longsor telah mengubah wajah Sumatera Barat secara nyata. Peristiwa ini sudah menghadirkan kerusakan fisik,  juga mengguncang cara masyarakat memahami ruang, jarak, dan keterhubungan antarwilayah. 

Ungkapan adat Minangkabau, sakali aia gadang, sakali tapian barubah, terasa menemukan maknanya yang paling konkret. Air yang meluap tidak hanya mengubah tepi sungai, tetapi juga memaksa perubahan cara hidup, jalur mobilitas, dan ritme keseharian masyarakat.