Showing posts with label Padri. Show all posts
Showing posts with label Padri. Show all posts

15 August 2025

Perang Paderi dalam Tinjauan Fikih Siyasah

 Muhammad Nasir

Pengajar Sejarah Minangkabau UIN Imam Bonjol Padang


Perang Paderi yang terjadi di Minangkabau pada awal abad ke-19 merupakan salah satu babak penting dalam sejarah sosial-politik Indonesia. Konflik ini bermula dari perbedaan pandangan antara kelompok yang mengedepankan pemurnian ajaran Islam dan kelompok yang mempertahankan adat sebagai bagian integral dari identitas Minangkabau. Kaum Paderi terinspirasi dari semangat pembaruan yang mereka temui saat menunaikan ibadah haji di Mekkah dan Madinah, sedangkan Kaum Adat berpegang pada tradisi yang telah mengakar kuat dalam sistem sosial, termasuk pola kekerabatan matrilineal.

Perselisihan tersebut pada awalnya bersifat internal dan terbatas di wilayah Minangkabau. Namun, ketegangan meningkat hingga memunculkan pertikaian bersenjata. Situasi semakin kompleks ketika Belanda ikut campur, awalnya atas undangan sebagian pihak yang menginginkan penyelesaian konflik, namun kemudian intervensi itu berujung pada perluasan kontrol kolonial. Akhirnya, perang ini berkembang menjadi konflik yang memadukan dimensi agama, adat, politik, dan perjuangan melawan penjajahan.



13 October 2019

Kadar Wahabi Orang-orang Padri



Kadar Wahabi Orang-orang Padri
dalam catatan J.C Boelhouwer (1831-1834)
Oleh Muhammad Nasir

bakaba.co




Perang Padri
Perang Padri! Inilah episode periode pertengahan sejarah Minangkabau. Perang ini merupakan puncak dari gejolak pembaharuan gelombang pertama di negeri seribu datuk di sekitar tahun 1803 hingga 1838.

Sumber Foto: Pena Santri
Mendengar dan membaca Padri, sebagian besar percakapan netizen di dunia maya sepertinya terhubung dengan radikalisme Wahabi di Saudi Arabia yang memicu perang saudara berkuah darah. Bahkan cara berpakaiannya pun kearab-araban seperti pakaian Tuanku Imam Bonjol itu, dituding pula sebagai pakaian Padri.

“Apakah ada atau tidak ada hubungan langsung antara timing gerakan Padri Sumatera Barat dan gerakan pembaharuan Wahabi di Arab adalah soal lain yang sering diperdebatkan,” kata Elizabet E Graves dalam bukunya The Minangkabau Response to Dutch Colonial Rule Nineteenth Century (1981)