Tiga Jurus dari Guruku: Dr. Yulizal Yunus, M.Si Datuk Rajo Bagindo
Oleh Muhammad Nasir
Saya mendapatkan tiga jurus penting dari Dr. Yulizal Yunus, M.Si. gelar Dt Rajo Bagindo. Dosen saya di Fakultas Adab IAIN, kini UIN Imam Bonjol Padang. Kepada saya dan teman-teman seangkatan, senior memperkenalkan sapaan Pak Yuyu untuk menyebut beliau. Apa ketiga ilmu itu? Satu ketenangan, kedua, ketenangan dan ketiga ketenangan. Ya,KETENANGAN nana jurusnya.
Jurus Pertama
Tahun 1998 saya sedang bertarung untuk menjadi ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Bahasa dan Sastra Arab pada Fakultas Adab IAIN Imam Bonjol Padang. Menurut saya dan fakta hasil pemilihan saya menang. Perolehan suara saya di atas rival saya. Rival saya adalah mahasiswa angkatan 1995, senior di atas saya. Namun saya tak mengerti, mengapa saya dipangggil ke ruangan beliau. Beliau saat itu menjabat Pembantu Dekan III Bidang Kemahasiswaan.
"Nasir alun bisa disabuik manang lai," kata beliau.
Terus terang saya kaget. Muka saya terasa panas. Saya tidak menyangka beliau akan menyampaikan ini. Jelas saya protes. Saya kemukakan hasil pemilihan. Beliau senyum-senyum saja. Berita acara pemilihan yang saya sodorkan hanya beliau lihat sekilas dan beliau susun di atas tumpukan kertas yang lain yang ada di meja kerjanya.
"Saya sudah punya berita acaranya. sudah saya baca. Makanya, saya simpulkan Nasir belum menang," ujarnya
Saya mengerutkan dahi. Heran. Bahkan setelah tersenyum justru beliau meminta saya agar mundur dulu. Biarlah rival saya itu yang jadi Ketua HMJ. Ups, tunggu dulu. Saya semakin kaget. Ada apa ini? Saya mulai menduga-duga tentang banyak hal. Apakah beliau sudah termakan "kompor" senior yang rival saya itu? Atau saya tidak mendapat dukungan dari beliau?