Showing posts with label Revolusi Iran. Show all posts
Showing posts with label Revolusi Iran. Show all posts

11 March 2026

Mengapa Amerika Membunuh Khamenei?

Mengapa Amerika Membunuh Khamenei?
Catatan tentang kekuasaan, ketakutan, dan perubahan wajah perang di abad ke-21


Muhammad Nasir
Dosen Sejarah Peradaban Islam UIN Imam Bonjol Padang

Pada awal abad ke-21, dunia menyaksikan perubahan penting dalam cara negara menggunakan kekuatan militer. Perang tidak lagi selalu dimulai dengan invasi besar atau pertempuran terbuka. Semakin sering, konflik justru diwujudkan dalam bentuk serangan presisi yang menargetkan individu tertentu.

Salah satu contoh paling terkenal adalah operasi Amerika Serikat yang menewaskan pemimpin Al-Qaeda, Osama bin Laden. Menurut laporan BBC pada 2 Mei 2011, pasukan khusus Amerika menyerbu sebuah kompleks di Abbottabad, Pakistan, dan menewaskan bin Laden dalam operasi yang dipimpin langsung oleh pemerintah Amerika Serikat (BBC, 2 Mei 2011). Peristiwa itu segera dipandang sebagai puncak dari operasi militer global yang dilancarkan Washington setelah serangan 11 September 2001.


06 March 2026

Iran dan Gairah Keislaman di Indonesia

Muhammad Nasir
Dosen Sejarah Peradaban Islam UIN Imam Bonjol Padang


Pada akhir 1970-an dunia Islam diguncang oleh sebuah peristiwa besar: Iranian Revolution. Revolusi ini menjatuhkan monarki Mohammad Reza Pahlavi dan melahirkan Republik Islam Iran di bawah kepemimpinan ulama karismatik Ruhollah Khomeini.


Peristiwa ini tidak hanya mengubah Iran. Ia juga mengguncang imajinasi politik umat Islam di banyak negara. Bagi sebagian generasi Muslim pada masa itu, revolusi Iran seperti membalik sebuah asumsi lama: bahwa agama hanya berada di wilayah moral dan spiritual. Revolusi Iran menunjukkan bahwa agama juga dapat menjadi kekuatan sosial dan politik yang sangat besar.

Di Indonesia pada awal 1980-an, gema revolusi Iran terasa sampai ke kampus-kampus. Diskusi tentang revolusi ini muncul dalam majalah mahasiswa, forum pengajian, hingga percakapan di kantin kampus.

Nama pemikir Iran Ali Shariati juga mulai dikenal oleh aktivis mahasiswa. Buku-bukunya yang berbicara tentang Islam sebagai ideologi pembebasan dibaca dengan penuh antusias.