Showing posts with label bias konfirmasi. Show all posts
Showing posts with label bias konfirmasi. Show all posts

21 November 2025

Menggambar Hantu Di Kepala

 Muhammad Nasir


Ini adalah Emmanuel Benjamin Gharib, pendeta Kuwait dari Gereja Presbiterian Kuwait dan ketua Gereja Injili Nasional Kuwait. Iseng-iseng saya posting foto ini dengan caption “mari berdamai.” Lalu muncul komentar sadis, umumnya dari non-Muslim: “Ogah. Dasar kadrun Yaman.” Saya balas singkat, “Itu kan pendeta Ben Gharib.” Di sinilah terlihat jelas sebuah fenomena: kesalahpahaman yang berangkat dari framing budaya dan stereotip tentang pakaian.


24 May 2025

Intoleransi di Media Sosial

Muhammad Nasir

Sekretaris Rumah Moderasi Beragama UIN Imam Bonjol Padang


Maka, ketika publik digital kehilangan akal sehatnya, yang rusak bukan hanya narasi, tetapi kesadaran kolektif itu sendiri.


Fixed, no debat! Media sosial kini sudah menjadi arena utama pembentukan opini publik dan ekspresi politik-populer. Di balik kemudahan akses dan kecepatan berbagi informasi, ruang ini juga menyimpan bahaya laten berupa intoleransi digital. Salah satu contoh nyata terjadi ketika muncul berita perusakan makam Kristen di Bantul. Perusakan ini mengutip pemberitaan kompas.com., terungkap pada Minggu, 18 Mei 2025. Sebelum otoritas mengonfirmasi kebenaran dan motif pelaku, publik media sosial langsung membanjiri kolom komentar dengan tuduhan berdasarkan identitas agama yang diasumsikan. Narasi “uclim pasti pelakunya” dengan cepat menyingkirkan prinsip kehati-hatian.


Fenomena ini tidak muncul tiba-tiba. Ia merupakan hasil dari akumulasi struktur kognitif dan afektif masyarakat yang terbentuk melalui sejarah prasangka dan dikapitalisasi oleh algoritma digital. Jonathan Haidt (2012), dalam The Righteous Mind, menjelaskan bahwa manusia lebih sering membuat keputusan moral berdasarkan intuisi dan pembenaran emosional daripada melalui nalar yang rasional. Maka, media sosial bukan hanya memfasilitasi kebebasan berekspresi, tetapi juga memperbesar bias kognitif yang sudah mengendap dalam kesadaran kolektif.