Showing posts with label In Memoriam Guru. Show all posts
Showing posts with label In Memoriam Guru. Show all posts

01 September 2019

Prof Mestika Zed (1955-2019) : Di mana saja Asal di Surga


Prof Mestika Zed (1955-2019)
Di mana saja Asal di Surga
Oleh Muhammad Nasir


Suatu siang di sebuah seminar (30 Agustus 2014). Seseorang pria yang amat saya kenal menggamit saya yang baru masuk ke ruangan sebuah seminar. “Sini!” katanya seraya menggeser sebuah kursi kosong di sampingnya. Di barisan paling belakang ruangan. Nervous dan agak grogi saya duduk di sampingnya. Di samping Prof. Dr. Mestika Zed, Guru Besar Sejarah Universitas Negeri Padang. Guru saya juga.

“Bagaimana Tesis anda? Jadi membahas terorisme? Tanya Prof Mestika Zed singkat dan hangat. “Alhamdulillah Prof. Sudah selesai. Ya Allah, Prof. Masih ingat itu,” jawabku sedikit kaget dengan pertanyaan yang lebih mirip sapaan hangat itu. “Ya, ingatlah. Tapi saya hanya  agak-agak lupa nama anda,” jawabnya. Demikian tegur sapa singkat saya dengan beliau di awal pertemuan ilmiah siang itu. Saya terkesan.

Usai tegur sapa hangat itu, beliau berbisik, “tema seminarnya lucu dan menggemaskan.” O, ya...kenapa begitu prof? Kemudian kami ngobrol-ngobrol di sela-sela pembicaraan narasumber yang sedang berkuhampas di depan. Tema seminar itu tentang Islam dan Radikalisme. Beliau menyatakan bahwa radikalisme sejatinya sebuah respon atas situasi yang berlangsung lama. Dalam jangka pendek merupakan reaksi atas suatu peristiwa. “Jadi, ia (radikalis) hadir karena ada yang lain” Demikian ia berpendapat.

Tanpa bermaksud mendalami, saya  mengajukan pertanyaan singkat, takut-takut sekadar memberi respon. Saya takut mengajukan pertanyaan yang dianggap tak bermutu. “Apa kira-kira maksud “yang lain” itu Prof?” tanyaku. Ia menjawab, “Politik dan Kekuasaan. Coba periksa catatan (sejarah) lama. Ideologi (radikal) itu muncul sebagai respon atas tindakan penguasa (kekuasaan) dan konstalasi politik.” Tak lama ia memegang lenganku dan berkata, “sekarang mari kita dengar apa kata narasumber di depan itu!”

Bincang singkat itu, saya tulis di block note hadiah panitia seminar.