Showing posts with label USA. Show all posts
Showing posts with label USA. Show all posts

02 March 2026

Extrajudicial Killing adalah Pelanggaran Hukum Internasional

Muhammad Nasir
Pengajar Sejarah Peradaban Islam UIN Imam Bonjol Padang

Tindakan pembunuhan tanpa proses hukum melalui operasi militer yang sengaja menargetkan individu tertentu, dapat dikategorikan sebagai extrajudicial killing atau pembunuhan di luar mekanisme hukum yang sah —Alston, 2010


Amerika Serikat (AS) dan Israel melancarkan serangan ke Iran pada Sabtu (28/2) pagi waktu setempat. Ini terjadi saat warga Iran sedang berpuasa di bulan suci Ramadan. Insiden ini kemudian menyebabkan pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, meninggal dunia. Sejumlah pejabat tinggi Iran juga dilaporkan tewas. 



Iran tidak tinggal diam dan langsung melancarkan serangan balasan ke Israel serta beberapa wilayah Timur Tengah yang menjadi basis pangkalan militer Amerika Serikat. Hingga kini, aksi perang brutal masih terus berlanjut.

Peristiwa tersebut membawa implikasi besar bagi tatanan hukum internasional dan perlindungan kemanusiaan global. Ketika seorang pemimpin/pejabat negara tewas akibat serangan militer sepihak di wilayah negaranya sendiri tanpa deklarasi perang resmi, situasi itu memunculkan persoalan serius tentang batas penggunaan kekuatan dalam hubungan antarnegara. 

06 January 2026

Apa Kesibukan Para Pemimpin Politik Dunia Setelah tidak Lagi Berada di Kursi Pemerintahan?

Muhammad Nasir

Awal tahun 2026 ini saya searching Wikipedia, laman berita terpercaya, dan YouTube. Saya bertanya-tanya, ingin tahu: apa kesibukan para pemimpin politik dunia setelah tidak lagi berada di kursi pemerintahan? Dari penelusuran itu tampak satu pola menarik. Kekuasaan memang berakhir pada satu titik waktu, tetapi aktivitas dan pengaruh tidak selalu ikut selesai.


Barack Obama, Presiden Amerika Serikat periode 2009–2017, memberi contoh awal. Setelah meninggalkan Gedung Putih pada Januari 2017, ia tidak kembali ke politik praktis. Pada 2020, Obama menerbitkan buku A Promised Land, sebuah refleksi panjang tentang demokrasi, kepemimpinan, dan batas-batas kekuasaan. Sejak 2018, melalui Obama Foundation, ia aktif membangun program kepemimpinan muda dan pendidikan sipil. Dari ruang kekuasaan, ia berpindah ke ruang pembelajaran.