Oleh: Muhammad Nasir
Penyuka film dokumenter/
Pengajar Sejarah Peradaban Islam UIN Imam Bonjol Padang
Prolog
Beberapa
tahun terakhir, narasi ketahanan pangan dan transisi energi menjadi isu yang
ramai dibicarakan di Indonesia. Tahun ini hadir film dokumenter Pesta Babi:
Kolonialisme di Zaman Kita (2026) sebagai interupsi visual yang mengguncang
ruang publik. Disutradarai oleh sineas investigatif Dandhy Dwi Laksono dan
antropolog Cypri Paju Dale, dokumenter berdurasi 95 menit ini memadukan data
kebijakan dengan kenyataan pahit di lapangan. Dirilis gratis di YouTube pada 22
Mei 2026 setelah menghadapi intimidasi dan pembubaran nobar di berbagai daerah,
film produksi Watchdoc bersama Greenpeace menghadirkan narasi yang dingin namun
menghantam. Kamera merekam ekskavator yang menggusur tanah ulayat suku Malind
dan Awyu di Papua Selatan, sekaligus menelusuri jaringan korporasi di baliknya.
Melalui jurnalisme investigatif yang tajam, film ini menegaskan sinema bukan
sekadar tontonan, melainkan dokumen gugatan publik.





