15 November 2018

Cacat Moral; Suara Hati dan Citra Publik

Cacat Moral; 
Suara Hati dan Citra Publik
Oleh Muhammad Nasir *



Sumber Ilustrasi: www.dictio.id

Setidaknya ada dua hal pokok yang diusung pemerintah berkaitan dengan pengayaan persyaratan dan kualifikasi calon kepala daerah pada revisi Undang-Undang  nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah, yaitu; tidak cacat moral dan berpengalaman dalam pemerintahan. Kedua hal tersebut sekarang ini sama-sama menuai kontroversi banyak kalangan. Hanya saja, tulisan ini akan berputar-putar di sekitar moral.


Tentang yang pertama tadi yaitu tidak cacat moral. Tidak kurang para selebritis yang ikut serta dalam kompetisi calon kepala daerah ini merasa ditunjuk hidung dan seolah-olah revisi ini ditujukan untuk mereka. Dari laporan media massa beberapa selebritis seperti Maria Eva dan Julia Perez misalnya meradang. Memangnya, seberapa berat dosa “mesum” dan “pajang aurat” dibanding dosa korupsi atau  “mencueki” tetangga yang miskin? Lalu, mengapa cacat moral orientasinya selalu kepada prilaku seksual? tanya beberapa kalangan.


02 November 2018

Sekilas tentang Syi'ah

Sekilas tentang Syi'ah

A. ASAL USUL
Syiah secara umum adalah pengikut Khalifah Ali bin Abi Thalib. Kemunculannya sebagai kelompok teologi dan politik mulai terlihat sejak Peristiwa pertempuran Karbala. Pertempuran terjadi pada tanggal 10 Muharram, tahun ke-61 H (9 atau 10 Oktober 680) di Karbala, yang sekarang terletak di Irak. Pertempuran terjadi antara pendukung dan keluarga dari cucu Muhammad, Husain bin Ali dengan pasukan militer yang dikirim oleh Yazid bin Muawiyah, Khalifah Bani Umayyah pada saat itu.

Ilustrasi: Dakwatuna.com
Pihak Husain terdiri dari anggota-anggota terhormat keluarga dekat Muhammad, sekitar 128 orang. Husain dan beberapa anggota juga diikuti oleh beberapa wanita dan anak-anak dari keluarganya. Di pihak lain, pasukan bersenjata Yazid I yang dipimpin oleh Umar bin Sa'ad berjumlah 4.000-10.000.
Melihat perbandingan kedua belah pihak, sebenarnya peristiwa ini tidak layak disebut pertempuran, lebih kepada pengepungan dan pengeroyokan terhadap kelompok Husain yang terdiri dari orang tua, perempuan dan anak-anak. Sebagian besarnya keluarga Husain. Hanya sedikit yang dapat disebut layak sebagai tentara yang pantas untuk bertempur.

16 September 2018

Awal dan Akar Perbedaan Pendapat di kalangan Umat Islam

Awal dan Akar Perbedaan Pendapat di kalangan Umat Islam
muhammadnasir@uinib.ac.id


Beberapa Peristiwa Awal

Perbedaan pendapat di kalangan umat Islam setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW bukanlah sesuatu yang baru. Sebagiannya merupakan sisa-sisa perdabatan yang sudah muncul sejak zaman nabi-nabi dan rasul-rasul terdahulu. Untuk perdebatan dan perbedaan pendapat semacam ini sebagian besarnya sudah dapat diselesaikan nabi Muhammad SAW semasa beliau masih hidup. Sementara, perbedaan pendapat yang mewariskan banyak hal hingga saat ini justru terjadi setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW.


Sumber Foto: juddahblog.files.wordpress.com

Muhammad ibn Ahmad Abu al-Fatah Asy-Syahrastani Asy-Syafi’i (1076-1153 M)[1]  merinci secara kronologis sebab-sebab awal perbedaan pendapat  yang terjadi di kalangan umat Islam beberapa saat menjelang wafatnya nabi dan setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW sebagai berikut:

1.    Ketika Nabi SAW sedang sakit parah, ia bersabda, “ambillah tinta dan kertas, akan aku tulis untuk kamu satu “kitab” yang membuatmu tidak akan tersesat sesudahku…”. Kata KITAB yang ditulis Nabi Muhammad tersebut memicu perbedaan pendapat di kalangan sahabat Nabi SAW. Umar bin Khattab mengatakan yang dimaksud dengan “Kitab” itu adalah “Kitab Allah.” Ibnu Abbas mengatakan bahwa yang dimaksud adalah “kitab rasulullah” (hadis). Alasannya adalah hadis Nabi SAW sendiri yang berbunyi, “pertahankanlah apa yang (berasal) dariku, tidaklah pantas kamu berselisih di hadapanku.”

Mazhab, Aliran, Firqah

Pengenalan Istilah
Mazhab, Aliran, Firqah (Sekte)

muhammadnasir@uinib.ac.id

Mazhab
Mazhab adalah istilah dari bahasa Arab, yang berarti jalan yang dilalui dan dilewati,  sesuatu yang menjadi tujuan seseorang baik konkrit maupun abstrak. Sesuatu dikatakan mazhab bagi seseorang jika cara atau jalan tersebut menjadi ciri khasnya. Menurut kamus al Mu’jam al Wasith, mazhab berasal dari kata yang umumnya diartikan: pergi atau berlalu. Namun selain itu dapat juga berarti: berpendapat. Maka, jika seseorang mengambil pendapat orang lain, dikatakan: Dia berpendapat dengan pendapat si Fulan.


Disarikan dari buku: al Milal wa al Nihal, al Syahrastani
Pengertian lainnya, mazhab adalah metode (manhaj) yang dibentuk setelah melalui pemikiran dan penelitian, kemudian orang yang menjalaninya menjadikannya sebagai pedoman yang jelas batasan-batasannya, bagian-bagiannya, dibangun di atas prinsip-prinsip dan kaidah-kaidah. Berdasarkan uraian di atas, suatu dapat disebut sebagai  mazhab jika memiliki metode, prinsip operasional dan kaidah-kaidah yang menjadi landasan berpikirnya. Oleh sebab itu, mazhab dapat dirumuskan sebagai metode berpikir.

Dimensi Kajian dan Corak Pemikiran Islam

Dimensi Kajian dan Corak Pemikiran Islam
Muhammad Nasir
muhammadnasir@uinib.ac.id


A.Dimensi  dalam Islam (Islam, Iman, dan Ihsan)
Sumber Foto:SlidePlayer Info @ SlidePlayer.info
 Sayid Sabiq menulis, Islam adalah agama Allah yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW dan dia adalah agama yang berintikan keimanan dan perbuatan (amal). Pendapat Sayid Sabiq ini agaknya disandarkan pada hadits Nabi SAW tentang Islam Iman dan Ihsan [HR Muslim, no.8]. Ibnu Taymiyah juga menjelaskan bahwa din (agama) itu terdiri dari tiga unsur, yaitu Islam, iman dan ihsan.Dalam tiga unsur itu terselip makna kejenjangan (tingkatan): orang mulai dengan Islam, kemudian berkembang ke arah iman, dan memuncak dalam ihsan.  Penjelasan ahli di atas, selanjutnya akan digunakan untuk meletakkan dimensi kajian aliran dan pemikiran Islam.

11 August 2018

Adu Sukses para Tim Sukses


Adu Sukses para Tim Sukses

 Hampir dapat dipastikan, Tim Sukses Calon Presiden/ Calon Wakil Presiden tengah sibuk merancang media komunikasi, media kampanye yang tepat untuk memenangkan Pilpres 2019. Salah satu media yang paling lazim digunakan adalah media sosial.
www.liaaca.org

Seperti pilpres periode yang lalu tema yang paling sering dikampanyekan adalah profil individu dari capres/cawapres, baik dari yang paling umum hingga yang paling intim dan private. Laman media sosial lebih dikuasai oleh profil sang calon ketimbang visi dan misi yang ngambang, program kerja yang umum dan commonsense, serta program yang indah untuk di halo-halokan kepada khalayak (calon pemilih).